Tampilkan postingan dengan label kota tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota tua. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2008

Fulda

Bulan Juli 2008 tepatnya tanggal 3, saya berangkat ke Jerman. Ini untuk pertama kalinya saya mengunjungi negeri Bruder Grimm. Hari itu saya mendarat di Bandara Frankfrut kemudian menuju ke stasiun kereta antar kota karena saya hendak menuju ke Fulda. Siang itu sekitar jam 2, saya sampai di Biara Santa Maria am Frauenberg, Fulda. Lelah juga, soalnya tadi jalan kaki sekitar 2 km dari Stasiun menuju Biara. Lebih lagi jalannya menanjak.

Fulda adalah sebuah kota tua yang berada di tengah atau pusat negeri Jerman. Letaknya sekitara 100 km dari Frankfrut dan berada di daerah aliran Sungai Rein. Udaranya sejuk, bahkan juga di musim panas seperti sekarang ini. Secara umum udaranya cukup segar karena di kota ini masih banyak kita temukan taman dan pepohonan yang hijau asri. Kota Fulda ini sangat bersejarah bagi perkembangan negeri Jerman, sebab di Kota ini dahulu Santo Bonifatius pernah tinggal dan mewartakan Ajaran Kristus. Dengan demikian sejak abad ke-9 kota ini sudah menjadi pusat perkembangan negeri Jerman.

Saya berada di Fulda selama sekitar sebulan setengah. Saya tinggal di Franziskanerkloster am Frauenberg dan belajar Bahasa Jerman.

Kamis, 26 Juni 2008

Ostia Antica






Ujian akhir tahun baru saja selesai. Masa liburan datang. Pagi itu 20 Juni 2008 kurang lebih jam 09.00 saya bersama beberapa teman bersiap untuk mengadakan kunjungan ke Ostia Antica. Awalnya kumengira dia ada di dalam kota Roma, eh ternyata berada di luar kota Roma. Perjalanan menuju tempat itu kami tempuh dengan Kereta Listrik dari Stasiun Porta St. Paolo, Ostiense. Kami mengambil kereta Jurusan Lido C. Colombo, berangkat pukul 09.16 Perjalanan dengan kereta ini ditempuh sekitar 40 menit. Kami turun di Stasiun Ostia Antica, lalu jalan kaki sekitar 15 menit.

Ostia Antica adalah suatu situs arkeologi dari sebuah kota tua yang berada di dekat muara Sungai Trastevere dan berada di pantai Laut Tirrene. Kota Ostia mulai bertmbuhdari sebelum abad 4 Sebelum Masehi. Dalam reruntuhan Kota Ostia, masih tersisa berbagai bangunan yang menakjubkan: Suatu bangunan Teater yang digabung dengan Kuil Pemujaan yang dikellingi dengan pasar. Ada beberapa kuil kecil pemujaan Dewa-Dewi tertentu dan ada pula Sinagoga yang pernah dipakai oleh orang-orang Yahudi diaspora. Di sudut lain terdapat pula tempat ibadah kelompok Kristen.

Kota ini dihuni selama kurang lebih sepuluh abad. Kejayaan Ostia nampak pada sekitar abad kedua Masehi. namun mulai pudar pada setelah abad ke enam masehi.

Saya tidak sempat mengunjungi seluruh sudut kota ini. Saya sempa mengunjungi tempat pemakaman di pinggir kota, beberapa jalan utama dan bekas-bekas rumah serta tempat pemandian, juga saya mengunjungi Bangunan Teater yang masih berdiri tegak, kuil2 dan juga jalan utama yang di pingginya terdapat bekas tempat berjualan. Kunjungan saya berakhir di sebuah tempat pemujaan dewa-dewa yang digambarkan dengan simbul-simbul bintang (planet). Sekitarjam 13.oo perutku terasa laper banget maka kamipun segera mencari tempat untuk mengisi perut.

Selepas makan saya segera cabut dan pulang. Lumayan lelah juga jalan-jalan hari ini.


  Bunda Maria dan Santo Yusuf , doakanlah kami   Upaya Keuskupan Agung Jakarta (KAJ)     untuk menjadi Gerakan dan Persekutuan umat Alla...